Akhirnya saya berkunjung lagi ke kota Sukabumi untuk suatu keperluan, dan karena kebetulan ada teman baik saya yang tinggal dan bekerja di kota tersebut, maka saya mengajak dia untuk menjelajah makanan di Sukabumi. Kota ini adalah kota kecil, sangat kecil tepatnya, tapi saya tidak pernah hapal nama jalannya, lha wong seputaran habis, naik mobil 15 menit anda sudah bisa mengelilingi kota ini. Semua tempat yang akan saya ceritakan di bawah berada dalam kota, mencarinya pun sangat mudah.
Sukabumi terkenal dengan mie gorengnya yang dimasak dengan banyak kecap manis dan daging babi. Karakter mie yang unik dan rasa yang variatif membuat saya senang menjelajah disini. Rata-rata menggunakan jenis mie yang sama, agak lebar dan tebal, tapi tidak selemas pasta, mie ini agak kaku dan berwarna kuning. Masakannya pun terlihat hampir seragam, baik secara tampilan maupun variasi makanan seperti mie/bihun/kwe tiau goreng maupun rebus, babi kecap, dan beberapa menyediakan nasi sebagai variasi bahan.
Kebanyakan yang berjualan adalah kaki lima atau resto kecil, dari Mie Budi, Mie Oyan, Mie Ook, Mie Andri, dan masih ada beberapa lagi. Mereka mempunyai rasa yg berbeda, walaupun sekilas tampak sama persis dan menggunakan bumbu yang sama. Mie Budi dan Andri terletak di sekitar Jl. A.Yani, sedangkan Mie Oyan dan Ook terletak di sekitar Jl. Odeon. Oh ya, mereka ini berjualan berdekatan dan kebetulan bersaudara.
Paling berbeda adalah Mie Cinco, yang terletak di Jl. A.R.Hakim. Mereka menggunakan bentuk mie yg lebar, hampir berbentuk seperti kwe tiau, hanya lebih pipih dan lebih lemas kalau dibandingkan dengan bahan mie yang digunakan Budi, Oyan, Andri dan Ook. Nah, mie cinco ini menggunakan babi panggang (sam can) untuk dagingnya. Satu variasi lagi adalah Mie Bintang yang merupakan mie dengan versi ya mien manis dengan babi merah. Berjualan di gerobak dorong di sekitar jalan menuju Baros. Sekitar 500m dari Jl. A.Yani
Untuk kunjungan kali ini, saya menikmati (kembali) Mie Budi, dan mencoba Nasi Goreng Ook. Masakannya tetap stabil, tidak berubah, sampai variasinya pun tetap sama (variasi makanan yang disediakan). Hanya saja Mie Goreng Budi yang saya makan kali ini agak terlalu manis. Mungkin karena yang beli adalah Papinya teman saya, jadi bumbunya juga bonus ... Nggak ngerti? sabar, di bawah nanti saya akan bahas masalah ini, di bagian porsi makanan.
Uniknya, banyak tempat di Sukabumi yang digunakan untuk berdagang makanan itu dipakai bersama-sama oleh 2 atau 3 orang. Misal, pagi adalah tempat berjualan Lo Mie, malam Mie Goreng. Atau Hari Senin, Rabu, dan Jumat tempat soto mie, dan Selasa, Kamis, dan Sabtu Ya Mien, sedangkan Minggu bisa digunakan untuk berjualan Soto. Yang berjualan makanan adalah orang yang berbeda. Hmmm .. aneh ya?
Pagi-pagi, makanan yang paling Populer di Sukabumi adalah Nasi Kuning, dengan lauk Daging rendang, sayur wortel dan tempe yg berwarna agak kecoklatan dan manis, paru goreng manis, dan kerupuk beserta rempeyek teri. Nasi kuning ini banyak terlihat di pinggir Jl.A.Yani. Saya lupa dari siapa saya mendengar julukan Nasi Kuning Banjir untuk nasi kuning di Sukabumi ini. Memang sih, seringkali nasi anda disiram kuah sayur wortel tersebut, dan kadangkala hingga menyerupai masakan berkuah.
Bubur malam, terletak di Jl. Odeon, ada 2 tempat, konon yang pertama anda temui adalah yang palsu (Jl. Odeon adalah jalan 1 arah) Setelah melewati Kelenteng, di sebelah kanan jalan, akan terlihat Resto sederhana dengan papan yg cukup sederhana jg. Bubur ini adalah bubur polos yang diberi potongan kulit pangsit goreng diatasnya, lauknya adalah Pa Cam Kee (ayam jahe) yang disajikan terpisah. Jangan bermimpi merasakan Pa Cam Kee dengan rasa yang sama dengan Pa Cam kee di Mangga Besar. Harga juga sangat berbeda jauh. Kelengkapannya pun tidak bisa mengalahkan Kedai/Resto bubur di Mangga Besar Jakarta. Mereka tidak menyediakan telur pitan, usus, tidak ada variasi daging - misalnya babi, kepiting, atau ikan - dan yang jelas disini saya bisa bilang ada harga maka ada barang.
Tahukah anda apabila ukuran porsi di Sukabumi ini agak unik. Bila anda memesan 1 porsi untuk makanan-makanan yg saya sebut diatas (apabila perut anda cukup normal - dan hei, tentu saja perut saya cukup normal) maka anda akan kewalahan untuk menghabiskannya. Karena 1 porsi wajar disana ialah 1/2. Dan sangat umum kalau 2 orang kesana memesan, misalnya, mie goreng 1 dibagi 2. Atau Nasi goreng 2 porsi untuk dibagi 4 orang, atau bahkan 5 orang! Banyak sekali resto yang menerapkan porsi demikian. Nah pada kasus ini, kalau Papinya teman saya yang pesan Mie goreng di Mie Budi, dengan harga 15 ribu kita bisa bagi jadi 5 porsi, dimana itu sebenarnya harga 1 porsi lewat dikit (harga 1 porsi 13 ribu rupiah!!!!!!)
Oh ya, ada resto Ayam Goreng Bogor yang terletak di sekitar lapangan Merdeka, Sukabumi. Ayam bumbu kuning yang cukup enak untuk ukuran lidah saya. Sayangnya, mungkin karena kontrol lemah, kadang-kadang kita bisa menemui ayam yang kurang matang di dalam, tapi agak gosong di luar. Ada juga pangsit penganten, sayangnya berjualan secara berkeliling, jadi tidak diam di satu tempat. Nah, saya belum coba sih, tapi menurut teman saya cukup OK untuk dijajal.
Sebenarnya masih banyak lagi makanan yang patut dan harus dicoba, seperti Soto Mie Agih (ada cabangnya di Bogor), masakan Kodok Batu di resto Mini Indah, dan tentu saja kudapan khas Sukabumi, kue Mochi. Sayangnya saya tidak hobi sama yang terakhir ini, tapi apabila anda mau membelinya, saya sarankan untuk langsung meluncur menuju produsennya. Rasanya jauh lebih enak dan bisa tahan sekitar 5 hari. Banyak teman saya mendapatkan Mochi yang sudah apek bila membeli di toko-toko kudapan.
Nah, itu untuk Sukabumi. Lalu, karena penasaran dengan informasi yang diberikan oleh teman saya, Adi si Tukang Masak, kami meluncur ke arah Cianjur, daerah Warung Kondang, untuk mencari restoran yang konon kulit sapinya aduhai. Di Jalan tersebut, ternyata ada 2 resto yang bernama sama, hanya saja yang kedua (lebih dekat ke Cianjur) adalah sekuel dari resto pertama. Resto ini bernama Rumah Makan Goreng Kulit Sunda Rasa 1. Kira-kira berjarak sekitar 8 km dari Cianjur, lewat by pass, jalur Cianjur - Sukabumi, telp (0263) 266896. Resto sunda ini memang menyediakan kulit sapi yang enak, dimasak seperti gulai kikil pada masakan Padang, hanya saja tanpa santan dan sangat berminyak. Kalau dari rasanya, sepertinya sih bumbu-nya nggak jauh dari lengkuas, kunyit, sereh, dan daun bawang. Kulit sapinya secara fisik sangat menarik, sangat menggugah selera loh, dan rambut-rambut pendek hitam yang biasanya kita jumpai di kulit sapi, sama sekali tidak terlihat. Sangat bersih untuk penampilan.
Saya mencoba kulit, rempeyek udang, dendeng belut, dan 3 macam sambal yang mereka sediakan. Wah, memang kulitnya enak, tapi ada yang lebih membuat saya sangat terkesima, yaitu sambal oncomnya!!! Itu adalah sambal oncom yang paling enak yang saya pernah cicipi. Bahkan Rumah Makan H. Nana yang terkenal dengan sambal onconya pun sampai menjadi biasa-biasa saja apabila anda menyentuh sambal oncom ini. Kami pun setuju kalau sambal oncom ini adalah yang terbaik dari semua makanan yang kami coba di restoran itu. Wah, saya sampai lupa kulitnya, bukan berarti saya kacang looh, hehehe (gak ada hubungannya yah??). Makan berdua seharga 37.500 rupiah, sementar yang kita akuisisi ke perut adalah Kulit Sapi 6 potong, Nasi 2 piring, Emping 2 bungkus, Dendeng Belut 1 bungkus, Es Jeruk 2 Gelas, Rempeyek Udang 1 potong.Setelah keluar dari sini, rencana semula yg sebenarnya adalah belanja manisan, tauco, dan mengunjungi kembali resto rumahan tanpa nama ditengah kota, amblas langsung. Wah, saya kepayahan sekali, perut sangat penuh. Maklum, nggak bisa menahan makan sambel oncom penakluk selera itu.
 | Pagi-pagi, makanan yang paling Populer di Sukabumi adalah Nasi Kuning, dengan lauk Daging rendang, sayur wortel dan tempe yg berwarna agak kecoklatan dan manis, paru goreng manis, dan kerupuk beserta rempeyek teri.  Om,
Lain kali kalo ada kesempatan ke Sukabumi, coba deh bubur ayam di Kota Paris. Dia buka hanya dari pukul 6-9 pagi, karena setelah itu abis. Di seberangnya ada pedagang cakwe yang juga kerap diantre orang.
Agak ke atas, di jalan Siliwangi, ada Bubur Bunut, salah satu makanan khas Sukabumi juga. Di pusat kota ada Restoran Ciwangi, yang pernah terkenal sebagai satu-satunya restoran Cina di sini. Dekat SMP MY, ada tukang bakso yang enak, tempat nongkrong favorit dari jaman dulu kala.
Meski saya besar di Sukabumi (TK-SMA), tapi referensi jajanan saya agak minim karena di rumah, Ibu masak enak sekali, terutama ikan --mengalahkan masakan ikan di RM Raflesia yang dulu pernah terkenal ;-)
Salam |
| |