 Wine ini sangat menarik .. terutama dari embel-embel Gran Reserva yang diembannya. Tentu saja buah yang digunakan adalah Tempranillo, yang umumnya memiliki karakter yang khas, yaitu fruity tapi earthy dengan tannin yang sangat tipis di belakang.
Yah paling tidak itu bayangan saya ketika diberi tugas untuk membuka wine ini. Cork yang ternyata agak kering cukup membuat saya khawatir ketika prosesi pembukaan botol berlangsung, tapi untunglah tidak patah atau rontok. FIUUHHH
Aroma yang keluar langsung mengingatkan saya dengan aroma berry merah yang sangat matang, dengan sedikit oak yang menghiasi bouquet. Hmm, tidak sabar rasanya untuk menuangnya ke dalam gelas. Setelah dituang dan sedikit swirl, aroma kayu yang cukup kuat langsung keluar .. hmm .. ternyata cendana.
Sedikit cairan lalu masuk ke dalam mulut saya .. ooouucchhh, beda dari bayangan saya .. oopps, 1996 - mungkin perlu decanting! Tapi ternyata tidak ada yang membawanya. Yah, jadilah swirling di gelas terus supaya si Rioja ini bisa bernapas dengan baik.
Setelah 30 menit, ternyata aroma dan rasa berubah. Ah ada yang saya lupa ternyata .. saya belum lihat warnanya, hahaha .. kelamaan enggak minum wine ya begini nih. Dark crimson red di dalam dan brick red di tepian.
Aroma cendana yang tadi keluar makin kuat, ditambah unsur wangi ke arah bunga yang saya tidak bisa temukan apa yang bisa mewakilinya, ah .. buah berry matang yang tadi tercium seakan menghilang dan berganti dengan bau manisan dari buah lie. Nah .. ketika mencium aroma begini, entah mengapa saya bisa merasakan manisnya Rioja ini sebelum masuk ke lidah.
Akhirnya karakter yang soft dan elegan pun didapatkan disini. Benar, ternyata rasa manis di ujung lidah langsung saya dapatkan, dan rasa asam yang menyertai pun sangat indah - seperti rasa asam dari buah manggis, tapi lebih light dan bertahan agak lama di mulut. Tannin yang sooo sooooooofffttttt dan menghilang perlahan pada aftertaste juga membuat saya berdecak kagum. Mirip dengan tannin pada Penfolds bin 707 Cabernet Sauvignon 1999 yang saya pernah coba.
Kebetulan ketika membuka wine ini, saya masak daging tenderloin yang direndam dengan Chilean Shiraz dan bawang putih, kemudian di-grill. Untung bawang putih yang saya gunakan tidak banyak, sehingga aroma wine ini tidak rusak. Cukup suitable untuk daging sapi, tetapi sebaiknya jangan yang berbumbu kuat.
Suatu saat saya harus beli wine ini. :)

 | ya kan ceritanya yg ini dikasih ven .. hehehehe jadi gua mesti beli, wine of my own, :D |
 | Fotonya bagus Boss! Kok kebetulan ya, sama-sama habis minum Rioja, (hehe tapi punya saya mah murahan), makannya hampir sama, beef juga. ternyata memang tanninnya tipis ya, saya kira tadinya erosi kena beef... |
 | murahannya segimana nih .. kalo gak salah ada embel2 Reserva-nya deeeh, hehehe. Seumur-umur saya nyoba Rioja baru 4 kali, 2 yg biasa, 1 yg reserva, dan paling terakhir ya ini. Hmm, jujur aja, baru ketemu senengnya sama Rioja ya di sini. Tannin yang tipis dan elegan .. saya suka banget, seperti WB Black Label Cabernet Shiraz 98, d'Arenberg The Dead Arm Shiraz 00, dan Penfolds yg saya bilang sebelumnya ... Lho kok Australian semua yah? hehehehe.
Mohon Pencerahannya ... |
 | otika wrote on Oct 9, '05 Cel, Wine ini diimpor darimana? Wow, complex juga yah rasanya. |
 | Rioja itu adalah daerah di Spain .. dapet wine ini dari temen yang memang kerja di perusahaan Spain, hehehe. |
 | wah...penggemar wine yach...., setelah baca ini review kayanya enak banget wine nya......kalau menurutku sih yg paling enak itu hanya ice wine.....yg lain agak asam....yg ini manis . |
 | ini hoeng lan temennya vieldhie kan yah?
ice wine memang manis, dan tidak semua wine lain itu asam sauternes, port, dan wine lain yang berbahan buah moscato biasanya manis kok :) |
 | Wah rupanya ngikutin jejak sang kakak nih yang si pakar Wine, he....heee..... |
| |